Kalah Lagi, Hattrick Tuan Rumah

Published by admin on January 21, 2015 4:05 am in News.

LAGI-lagi Bimasakti Nikko Steel harus menelan pil pahit saat melawan CLS Knights Surabaya dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2014-2015 Seri III Malang, kemarin. Karena Bimasakti harus bertekuk lutut dengan skor meyakinkan 41-89 untuk kemenangan tim tamu. Praktis, kekalahan ini merupakan hattrick bagi Bimasakti. Karena dari tiga laga yang dilaluinya, Bimasakti belum pernah menang. Yakni, saat kalah dengan Garuda Kukar Bandung dengan skor 65-76 (14/1), Satria Muda BritAma Jakarta dengan skor 45-75 (15/1), dan CLS dengan skor 41-89.

Perjuangan anak asuh Oei Akiat juga masih akan diuji lagi saat melawan JNE BSC Bandung Utama, hari ini. Ya meski di atas kertas kedua tim masih imbang pada dua seri sebelumnya (seri I Bimasakti menang dan seri II Bimasakti kalah), namun momen ini akan dimaksimalkan Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan untuk meraih kemena ngan di seri III ini.

Sehingga, jika Bimasakti menang pada laga hari ini, bisa dikatakan sebagai tim spesialis menang di laga penutup. Mengingat dua kemenangan di dua seri sebelumnya juga didapatkan Bimasakti di laga terakhir seri I maupun II. Sebenarnya pada pertandingan kemarin, Bimasakti juga mampu me ngimbangi permainan tim CLS. Hanya saja, hal ini hanya bisa berlangsung se kitar lima menit awal pertandingan saja. Karena tim tamu terus melakukan tekanan dan berusaha menciptakan peluang lebih banyak. Bahkan, kondisi ini juga berlang sung hingga pertandingan usai.

Hal ini membuat tim Bimasakti seperti ke hilangan ritme pertandingan di lapangan. Terutama dalam hal kerja sama tim dan akurasi shooting. “Kami harus berusaha lebih keras lagi besok (hari ini). Karena peluang untuk bisa memenangkan pertandingan di Seri III ini tinggal besok (hari ini),” kata kapten tim Bimasakti Yanuar usai per tan dingan, kemarin.

Sementara itu, Pelatih Bimasakti Oei A kiat menambahkan, timnya dinilai masih belum bisa bermain sesuai dengan saat latihan kemarin. Bahkan, per mai nan anak asuhnya kemarin dinilai juga menurun dibandingkan pada dua laga sebelumnya.

“Anak-anak seperti kehilangan pola permainan di lapangan. Semua yang dipelajari saat lati han tidak bisa diterapkan di lapa ngan. Kami akan lakukan evaluasi,” tam bah mantan pemain Bimasakti itu. Ditambahkan, kerja sama tim dan akurasi shooting dinilai juga masih kurang maksimal pada pertandingan kemarin. Apalagi timnya juga sering melakukan kesalahan dimana kesalahan ini bisa dimanfaatkan tim lawan untuk mencuri poin. “Mental anak-anak di lapangan juga harus kami perhatikan lagi. Karena kekalahan ini diluar dugaan. Kami akan maksimalkan laga terakhir besok (hari ini)” ujarnya. (im/c1/ziz)

Story Provided by Radar Malang

Sumber: www.nblindonesia.com