Peluang Juara Musim Reguler

Published by admin on April 28, 2014 5:41 am in News.
Peluang Juara Musim Reguler CLS Kembali Bekuk Garuda

 

CLS Knights Surabaya terus memelihara peluang untuk menjadi juara musim reguler Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia 2013-2014. Tadi malam (23/4) CLS mengatasi perlawanan Garuda Kukar Bandung dengan skor cukup jauh, 80-69, di Hall Basket Senayan, Jakarta.

Kemenangan tersebut membuat CLS unggul head-to-head 2-0 atas Garuda. Dari semua tim, Dwi Haryoko dkk hanya kalah head-to-head oleh Aspac Jakarta yang hingga kini tertinggal 0-2.

Di pusaran tim empat besar, CLS sudah unggul 2-0 melawan Satria Muda Britama Jakarta. Sedangkan menghadapi Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, skornya masih sama kuat 1-1.

Rekor head-to-head akan sangat berharga. Sebab, jika dua tim memiliki nilai yang sama, yang unggul head-to-head akan menempati posisi lebih baik. Namun, jika ada tiga atau lebih tim dengan nilai yang sama, yang akan unggul ditentukan dengan perhitungan selisih memasukkan dan kemasukan.

Saat ini PJ masih kalah tiga kali. Sedangkan CLS dan SM kalah empat kali. Aspac, sang juara bertahan, tertinggal dengan lima kali kekalahan. Di Jakarta, CLS akan menyisakan dua laga. Yakni, melawan JNE BSC Bandung Utama besok (25/4) dan Stadium (26/4). Itu berarti saat tampil di kandang sendiri pada seri VI CLS tidak perlu bergantung kepada hasil pertandingan tim lain untuk merebut gelar juara musim reguler. Dengan asumsi, CLS bisa mengamankan dua laga tersisa di Jakarta.

”Untuk menjadi juara reguler, pemain harus bekerja keras. Saya bilang kepada mereka, kalau tidak punya mentalitas baik, mereka sulit juara,” ucap Kim Dong-won, head coach CLS.

Pada laga kemarin, CLS sempat tertinggal 18-20 di kuarter pertama. Point guard Dimaz Muharri, center Dwi Haryoko, dan point guard Mario Wuysang menjadi motor kebangkitan CLS untuk membalikkan kedudukan pada kuarter akhir kedua, 39-34. Setelah keunggulan itu, CLS terus melaju dan memenangi pertandingan.

Pada laga kemarin, penampilan Dimaz luar biasa dengan torehan double-double , 22 poin, 12 assist , dan 8 steal . Sementara itu, Wuysang menambahkan 21 poin. Performa Dwi, sang kapten, juga dahsyat dengan double-double , 13 poin dan 14 rebound .

Bagi Dimaz, angka 22 poin menjadi skor terbesarnya dalam satu laga. Sebelumnya, poin tertinggi pemain kelahiran Binjai itu adalah 21 angka. Yakni, ketika melawan Satya Wacana Metro LBC Bandung di seri I Bandung musim lalu. (nur/aam/c4/ang)

Story Provided by Jawa Pos

Sumber: www.nblindonesia.com